Pesona Desa Budaya Leqaq Kidau Kukar yang Terus Dilestarikan
Salah satu budaya yang ada di desa tersebut yakni, tarian leleng. Tarian leleng berasal dari suku Dayak Kenyah
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Desa Lekaq Kidau yang berada di Kecamatan Sebulu, merupakan desa wisata budaya.
Di desa tersebut, kebudayaan lokalnya masih kental, sehingga desa itu sering
dikunjungi wisatawan, termasuk mahasiswa.
Kepala Desa Lekaq Kidau Dium mengatakan,
kebudayaan lokal yang masih kental ini perlu dipertahankan eksistensinya dan
dilestarikan kepada generasi generasi berikutnya. Sehingga budaya lokal
tidak terpengaruh dengan budaya luar, apalagi Kukar termasuk Ibu Kota Negara
(IKN).
"Tentunya kami sebagai pemerintah desa
terus mendukung masyarakat yang ada di sini, khususnya dalam mempertahankan
kebudayaan Dayak," kata Dium kepada Poskotakaltimnews, di Lamin Pamung
Tawai (Balai Pertemuan), belum lama ini.
Lanjut dia, pemerintah desa merupakan sebagai
wadah sarana, untuk memperkenalkan budaya di Lekaq Kidau ke masyarakat lebih
luas. Di Lekaq Kidau mayoritas terdiri dari suku Dayak, suku Dayak sendiri ada
berbagai macam, seperti Dayak Kenyah, Benuak, dan lainnya.
"Masing masing suku ada sub sukunya,
seperti Dayak Kenyah yang memiliki beberapa sub yakni, Bakung, Ma'kuli,
Lapaktao, ma'alil, Badeng, dan lainnya," ungkapnya
Dari sub suku tersebut memiliki kebudayaan
yang berbeda beda seperti, tarian burung enggang, nyelama sakai, tari perang,
tarian tunggal, hudoq, dan tarian leleng.
Dirinya berharap, kebudayaan di Desa Lekaq
Kidau tetap dipertahankan dan dilestarikan, hal itu dibutuhkan generasi
penerusnya, baik itu seni tari, seni lukis, maupun pengrajin.
"Kalau seni lukis sedikit susah mencari
penggantinya, karena seni lukis atau kriya ini lumayan sulit pengerjaannya,
sehingga jarang ada yang mau. Kalau untuk seni tari masih banyak peminatnya
dari generasi muda. Kita harus mempertahankan budaya kita, sebagai desa wisata
kebudayaan," pungkasnya.(riz)